Direktur Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, Membawakan Khutbah Idul Adha di Pemda Kabupaten Soppeng, Senin 17 Juni 2024.
Bulan Dzulhijjah, ummat Islam diseluruh penjuruh dunia mengenang napak tilas perjalanan spiritual Nabiullah Ibrahim AS, yang diabadikan dalam bentuk ritual Ibadah haji dan ibadah qurban. Ibadah haji dilaksanakan oleh sebagian ummat Islam yang memiliki kemampuan dan kesempatan, kemarin berkumpul di padang Arafah. Sebagian besar ummat islam melaksanakan sholat idul adha secara berjamaah seraya mengumandangkan Takbir Tahmid dan Tahlil, gema takbir yang dikumandangkan di seluruh penjuru bumi tidak pernah putus selama 24 jam. Mulai 1 dzulhijjah sampai pagi hari ini (10 Dzulhijjah), ummat islam dianjurkan memperbanyak amalan-amalan sholeh (memperbanyak dzikir, puasa, sedekah, mengkaji al quran, ibadah haji, ibadah qurban).
Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, dalam khutbahnya menyampaiakna bahwa: “Nabiullah Ibrahim mampu menata kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Keluarga yang patuh, sabar, pekerja keras mencari rejeki yang halal penuh kasih-sayang membina rumah tangga. Ismail adalah sosok anak, remaja, anggota keluarga dan masyarakat yang patuh pada Ayahnya sebagai pemimpin keluarga, pemimpin masyarakat, karena dia yakini pemimpinnya menjalankan aturan-aturan berkeluarga, bermasyarakat yang bersumber dari Allah yang maha membimbing, memberi petunjuk yang akan mengantar drinya selamat, sejahtera dunia dan akhirat. Sitti Hajar adalah sosok ibu yang membina keluarga dengan kasih sayang dan kerja keras, sebagai istri yang patuh dan taat kepada suami, menyadari peran dan fungsinya (hak dan kewajibannya) sebagai ibu rumah tangga dan istri, meyakini dan mempercayai gerak dan langkah suaminya adalah perjuangan mencari ridha Allah SWT untuk kehidupan keluarga dan masyarakat. Napak tilas kehidupan Nabiulllah Ibrahim AS, dilanjutkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, sehingga menjadi pribadi yang uswatun khasanah, pemimpin rumah tangga, pemimpin negara, pemimpin ummat yang berhasil, mengantar keluarga, masyarakatnya hidup damai, adil dan sejahtera. Nabiullah Ibrahim AS dan Muhammad SAW adalah suri teladan hidup dan kehidupan bagi seluruh ummat manusia.
Barang siapa yang mengambil pelajaran dari ibadah-ibadah itu maka mereka akan mendapat hikmah kehidupan yang hakiki. yang membawa sosok Nabiullah Ibrahim AS dan Rasulullah Muhammad SAW menjadi pribadi, keluarga, masyarakat, pemimpin yang tangguh dan kokoh, memiliki iman yang kuat yang terbentuk melalui proses perenungan dan pencarian (arafah-ma’rifah, perjuangan tanpa henti, dengan kerelaan berkorban. Pemimpin masyarakat yang sebelumnya mempertuhankan “patung” “harta dan “materi” menjadi masyarakat yang beriman dan bertaqwa hanya kepada Tuhan yang maha esa. (@umi)
