Direktur Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, Membawakan Khutbah Jumat bertempat di Masjid Nurul Muttahidah Immim, Jumat, 21 Juni 2024 Bertepatan Dengan 14 Dzulhijjah 1445 H.
Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, dalam khutbahnya yang diberi judul yakni Memahami Diri Menghargai Lingkungan , dalam khutbahnya beliau telah menyampaikan bahwa Untuk menghargai dan menyikapi lingkungan dengan bijak, harus diaawali dengan pemahaman bahwa, diri kita tersusun dari unsur lingkungan, bersambungan dengan lingkungan dan bergantung pada lingkungan, tidak ada yang bisa hidup tanpa air, okksigen, dan unsur-unsur lainnya yang bersumber dari udara, tanah dan tanaman, semuanya saling berhubungan membentuk sistem kehidupan yang dalam bahasa sains disebut ekosistem. Dalam Ekosistem kehidupan, manusia dan hewan tergantung pada tanaman, karena hanya tanamanlah yang mampu membentuk makanan melalui proses yang disebut fotosintesis, atau membuat makanan dengan bantuan cahaya matahari dan zat hijau yang diberikan Allah kepadanya,tanpa tanaman tiadak ada kehidupan, namun tanpa air dan karbon tanaman tidak bisa juga melaksanakan peran dan fungsinya, begitu pula tanpa oksigen, hidrogen yang berasal dari udara tidak ada air. Semuanya dihadirkan oleh Allah saling berhubungan membentuk sistem kehidupan untuk manusia sebagai khalifah.
Beliau menutup khutbahnya dengan memyampaikan beberapa poin yakni: Rasulullah diutus oleh Allah sebagai uswatun hazanah, rahmatan lil aalamin sebagai teladan bagi ummatnya menghargai, mencintai seluruh aspek kehidupan rahmat bagi alam semesta. Rasulullah pernah bersabdah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir: Takutlah engkau semua, hindarkan dirimu dari perbuatan menganiaya, karena merupakan kegelapan pada hari kiamat, hendaklah setiap diri segera meminta maaf ketika melakukan penganiayaan kepada sesamanya, karena ketika tidak minta maaf di dunia, maka diakhirat akan dambil amal kebaikannya untuk membayar kepada siapa yang dianiya.
Yang memiliki kebiasaan menganiaya lingkungan, mengotorinya, merusak tanaman hendaknya merubah kebiasaan mememelihara kebersihan lingkungan, memelihara tanaman. Rasulullah bersabdah seandainya sudah ada informasi bahwa dunia sudah akan kiamat, ada biji di tanganmu, maka tanamlah kemungkinan masih tumbuh dan bermanfaat untuk kehidupan. Tidak lah seseorang menanam tanaman, jangankan dimakan oleh manusia, dimakan oleh burung atau hewan pun bernilai pahala disisi Allah SWT. (@umi)