Direktur Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, Membawakan Khutbah Jumat bertempat di Masjid Nurul Rahmah Blok J BTP Makassar Jumat, 7 Juni 2024 Bertepatan Dengan 30 Dzulqaddah 1445 H.
Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, dalam khutbahnya yang diberi judul Menghargai Lingkungan Jalan Mendapatkan Cinta Allah, dalam khutbahnya beliau telah menyampaikan poin penting yakni Diri manusia terdiri dari, jasad (badan fisik) dan jiwa, keduanya diliputi oleh ruh. Badan fisik terbentuk dari satu titik yang disebut “sel” stem sel “zygot” dengan berbagai organel, sel dapat hidup karena tiupan Ruh kehidupkan dari yg Maha Menghidupkan. Badan jazad tersusun unsur-unsur tanah, tanah dan air adalah unsur lingkungan yang membentuk diri dan bersambungan dengan diri. Unsur dan sifat menyatu dalam wujud, dalam wujud apapun bermanfaat bagi kehidupan ummat manusia. Sifat tanah antra lain ketawadhuan dan keikhlasan menfasilitasi seluruh aktifitas kehidupan. Untuk menghargai dan menyikapi lingkungan dengan bijak, harus diawali dengan pemahaman bahwa, diri kita tersusun dari unsur lingkungan, bersambungan dengan lingkungan dan bergantung pada lingkungan, tidak ada yang bisa hidup tanpa air, okksigen, dan unsur-unsur lainnya yang bersumber dari udara, tanah dan tanaman, semuanya saling berhubungan membentuk sistem kehidupan yang dalam bahasa sains disebut ekosistem, Dalam Ekosistem kehidupan, manusia dan hewan tergantung pada tanaman, karena hanya tanamanlah yang mampu membentuk makanan melalui proses yang disebut fotosintesis, atau membuat makanan dengan bantuan cahaya matahari dan zat hijau yang diberikan Allah kepadanya,tanpa tanaman tiadak ada kehidupan, namun tanpa air dan karbon tanaman tidak bisa juga melaksanakan peran dan fungsinya, begitu pula tanpa oksigen, hidrogen yang berasal dari udara tidak ada air. Semuanya dihadirkan oleh Allah saling berhubungan membentuk sistem kehidupan untuk manusia sebagai khalifah.
Beliau menutup khutbahnya dengan memyampaikan beberapa poin yakni: Allah memeritahkan kepada hambanya untuk berbuat baik kepada lingkungannya, jangan berbuat kerusakan (merusak tanaman, mengotori lingkungan, buang sampah semabarangan), dan sebaliknya jaga dan lestarikan lingkungan sebagai jalan untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah. Untuk menikmati segala fasilitas kehidupan tersebut, manusia diberikan akal pikiran untuk mengelola, menjaga dan memakmurkannya, memanfaatkan mencari rejeki kehidupan, tetapi tidak merusak.