Menu Close

DIREKTUR PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR NARASUMBER PADA KEGIATAN GERAKAN UNHAS MENGKAJI DAN SHALAT BERJAMAH

Direktur Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si menjadi pembicara dalam kegitan yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin melalui Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yakni Gerakan Unhas Mengkaji dan Shalat Berjamaah (GUMSB), kegitan ini merupakan kegitan rutin dengan tujuan sebagai upaya sinergitas keilmuan dan keimanan sehingga mahasiswa Universitas Hasanuddin menjadi pribadi yang tidak hanya intelek tetapi juga beriman. Kegitan GUMSB di moderator Bapak Makrifat, S.Pd.I, M.Pd, pada disetiap pelaksanaannya diawali dengan pembacaan kalam ilahi dan sari tilawah, kali ini dibawakan oleh Mahasiswa UIM yakni Farid Hasyim Anwar,  kemudian dilanjutkan dengan Tahsinul Qur’an bersama seorang Mudassir Ust. Drs. H. Sulaiman Gosalam, M.Si, dalam kegitan tersebut hadir pula menberikan sepatah kata yang kali ini sebagai Host yakni Dekan Sekolah Pascasarjana UNHAS Bapak Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp. M(K)., M.Med. Ed. dan Ketua Senat Unhas Bapak. Prof. Dr. Bahruddin Thalib, drg., M.Kes., Sp.Pros (K) dalam memberikan sambutan dan membuka acara GUMSB. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid sehingga host menyiapkan link zoom bagi peserta yang tidak sempat hadir di tempat. Kegitan ini dihadiri oleh seluruh civitas UNHAS.

Kesempatan kali ini Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si mebawakan materi dengan judul “Spritualisasi Ilmu Bangun Peradaban Mulia” dalam materinya beliau menjelaskan bahwa “ terdapat hubungan ilmu-sepiritualitas dan  peradaban, ketiganya saling berhubungan, ilmu dan pengetahuan menentukan pemahaman dan kesadaran tentang fakta/obyek, pemahaman dan kesadaran menentukan sifat, sikap, prilaku, kebiasaan, kemajuan iptek, buadaya dan peradaban, ilmu dan pengetahuan diperoleh: melalui pendidikan baik formal, maupun non formal.

Penjelasan lain banhwa Peradaban Islam, Peradaban menghadirkan kemajuan, kesejahteraan,kebahagian dan keselamatan umat manusia di dunia hingga akhirat. Membangun peradaban, selain dengan merawat jagat raya harus diawali dan dilaksanakan dengan membangun manusia seutuhnya sebagi pelaku peradaban dengan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan (amanu wattaqau), kemanusiaan (aamanuu waämilusshalihat) dan kedamaian (amanu waahsanu). Allah Lah Pemilik Dan Sumber Ilmu, Maka Harus Direkonstruksi Dikembangkan Sesuai Dengan Harapan Pemiliknya, Mengacu Pada Referensi Utama, Kitab Suci Dan Sunnah Rasulullah. Spiritualisasi Ilmu: Membungkus Ilmu Pengetahuan Yang Sudah Berkembang Dengan” Kitab Suci (Nilai Universal) Dan Budaya (Pengetahuan Dan Kearifan Lokal).

Beliau memperjelas materinya bahwa Al Qur’an Adalah Sumber Ilmu Dan Standar Kebenaran Tertinggi Dalam Kajian Keilmuan Harus Dihadirkan Sebagai Referensi “Konfirmasi” Ilmu Pengetahuan (Redefinisi, Standarisasi Kebenaran). Sebagai Referensi Membangun Paradigma Berpikir-Bersikap Dan Bertindak  (Akhlak): Interaksi Sosial-Kemasyarakatan,, dengan alam dan dengan pencipta dan pemilik segalanya, sehingga perlu rekonstruksi filsafat ilmu, spiritualisasi keilmuan akan  memuliakan penuntutnya, dan akan merakit teknologi yang maslahat dan membangun peradaban mulia. Rekonstruksi filasfat ilmua sangat penting untuk mengembalikan iilmu yang terintegrasi : filsafat dibutuhkan dalam eksplorasi pikiran, namun harus didasari oleh referensi ilahiyah (wahyu) dalam menata pikiran yang sekaligus menata qalbu :  paradigma keilmuan ini yang melandasi hadirnya kitab monumental ihyaa ulumiddin oleh imamul ghazali sebagai sudut pandang ilmu : jalan (tariqah) untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah. Metode mengembangkan dan menjustifikasi kebenaran ilmu melalui pendekatan ilmiah (rasional-empiris), maupun  pendekatan alamiah (suprarasional-empiris): khuduri/dialetika, nilai etika dan estetika yang lebih dalam dan komprehensif etika pada diri,  kehidupan social, alam dan spiritual-ilahiyah.

Diakhir pembicaraan beliau tutup dengan harapan mudah-mudahan mencerahkan dan mempersatukan, memprovokasi, pikiran, membangun kesadaran untuk melakukan spiritualisasi ilmu sebagai referensi membangun kesadaran holistik-sikap dan tindak laku mulia dan peradaban mulia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *