Direktur Pascasarjana Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali Bapak Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, Membawakan Pengajian Rutin Da’wah Sains-Spiritual Civitas UIM bertempat di Masjid Ash Shahabah Universitas Islam Makassar, Rabu 10 Juni 2024 secara ofline dan online.
Prof. Dr. Ir. H. Mir Alam Beddu, M.Si, dalam materinya yang diberi judul yakni “Pembelajaran Dari Nabiullah Ibrahim As“ menyampaikan bahwa begitu banyak pembelajaran yang dapat kita contoh dan jadikan teladan dari segala aspek khidupan diantaranya yakni, Sebagai Suami, Nabi Ibrahim AS merupakan kepala keluarga. Ia membina keluarga sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya, Menjaga ketaatan kepada Allah, bertanggung jawab, berkepribadian mulia, cinta keluarga, dan berperilaku sesuai tuntunan agama. Sebagai Ayah, Nabi Ibrahim AS tampil sebagai pendidik yang penuh kasih sayang, demokratis dan menjadi teladan. Untuk Siti Hajar Sebagai istri dan Ibu, Ia memainkan peran sebagai ibu yang bertanggung jawab dalam mendidik anak, tangguh, pantang menyerah, dan tidak mengenal putus asa. Ketika bayinya meronta kehausan, ia berlari mencari air dari Shafa ke Marwah, berulang kali untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Peristiwa ini diabadikan dalam ritual ibadah umrah dan haji, yakni sa’i. Hajar juga menyerang iblis dengan lontaran batu ketika iblis mencoba untuk merusak imannya agar menolak keputusan Nabi Ibrahim menyembelih Ismail atas perintah Allah. Lontaran batu ini juga menjadi ibadah melontar jumrah dalam ibadah haji. Untuk Nabi Ismail AS sebagai anak, Ia tidak membantah, justru malah menguatkan hati ayahnya agar tabah menjalankan perintah-Nya. Nabi Ismail berkata, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.“ di akhir maternya beliuan memberikan Kunci Keberhasilan Nabiullah Ibrahim As , Membangun Keluarga Adalah : Kepatuhan, Ketaatan, Pengorbanan, dan Keteladanannya.
Akhir pengajian beliau menutup dengan menyampaikan bahwa di moment tahun baru muharram: bangun komitmen melakukan perubahan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan, kualitas kerja, tingkatkan kualitas iman dan ketaqwaan menuju pada taqwa yang sebenarnya sebagai tangga menuju puncak penyerahan diri. setiap pergerakan waktu : ada waktu istimewa untuk melakukan pendekatan, meraih pahala (hari,pekan,bulanan,tahun) muharram awal tahun 1446, bulan hurum (jangan menganiaya diri, org lain dan lingkungan), ditawarkan amalan sunnah : puasa asyura (10 muharram), 9 dan 11, banyak bersedekah, longgarkan belanja khususnya buat keluarga, hidupkan silaturrahim, termasuk kepada para guru & ulama, kucinya mengawali dengan tahun baru, kebaikan (latih diri dengan amalan sunnah, kaji al qur’an, banyak bersholawat, banyak berzikir, ucapan dan perbuatan mendekatkan diri kepadanya). (@umi)